Hal : 2

Halaman :    1     2      3      4    

      Untuk menindaklanjuti strategi tersebut dalam bentuk Program Kerja, maka Majelis GBKP Jakarta Pusat telah menyusun kebijakan yang telah dituangkan kedalam Petunjuk Teknis Penyusunan Program kerja 2013 sebagai berikut :

  1. Program/Kegiatan disusun berdasarkan :

  • Garis Besar Pelayanan (GBP) GBKP Tahun 2010-2015.
  • Musyawarah Sidi Jemaat Tahun 2012 yang telah diputuskan pada Sidang Majelis.
  • Hasil Penelitian Tahun 2011 yang diprioritaskan pada Kuadran 4, sedangkan Kuadran 3 disesuaikan dengan ke¬butuhan dan kemampuan. Hasil Kinerja Majelis sesuai Kuadran 1 agar dipertahankan, sementara hasil Kinerja Kuadran 2 walaupun sudah melebihi harapan agar tetap dipertahankan.

KETERANGAN :

Kuadran 1 :
Wilayah dimana Variabel-variabel dari faktor yang telah berhasil dilaksanakan Majelis dalam rangka memuaskan Jemaat dan perlu dipertahankan. Atau harapan Jemaat penting, kenyataan oleh Majelis dilakukan dengan baik.

Kuadran 2 :
Wilayah dimana Variabel-variabel dari faktor yang menurut Jemaat kurang penting, sedangkan pelaksanaan telah ber¬hasil dilaksanakan Majelis. Atau harapan Jemaat kurang penting, kenyataan oleh Majelis dilakukan dengan baik.

Kuadran 3 :
Wilayah dimana Variabel-variabel dari faktor yang menurut Jemaat kurang penting, tetapi telah berhasil dilaksanakan Majelis. Atau harapan Jemaat kurang penting, kenyataan oleh Majelis biasa-biasa saja. (Prioritas rendah).

Kuadran 4 :
Wilayah dimana Variabel-variabel dari faktor yang dianggap mempengaruhi kepuasan Jemaat, tetapi belum di¬laksanakan oleh Majelis sesuai keinginan Jemaat. Atau harapan Jemaat tinggi, kenyataan oleh Majelis rendah (Prioritas).

  1. Prioritas Program Tahun 2013 adalah peningkatan Solidaritas Eksternal dan tetap melanjutkan Solidaritas Internal GBKP serta Peningkatan Teologia, Spiritualitas dan Mutu Ibadah.

  1. Penyusunan Anggaran dilakukan dengan Azas berimbang, dengan kenaikan 10%-15% terhadap perkiraan realisasi belanja tahun 2012 serta memperhatikan Azas Manfaat (Tujuan), Terpadu dan tidak tumpang tindih dengan kegiatan lain.

  1. Penyusunan Anggaran dilakukan dengan Prinsip SMAART, Spesific (harus jelas), Measurable (dapat diukur), Achievable (bisa dicapai), Acceptable (bisa diterima), Realistic (membumi), Time Frame (ada kerangka waktu).

  1. Saldo Kas Seksi dan Kas KAKR akhir Tahun dikembalikan ke Kas RG. Sedangkan Saldo Pengurus Kategorial Permata, Moria, Mamre dan Pengurus PJJ Sektor tidak dikembalikan ke Kas RG.

Prioritas Program Tahun 2013 adalah Peningkatan Solidaritas Eksternal

      Walaupun Tahun 2013 adalah Peningkatan Solidaritas Eksternal, namun Peningkatan Solidaritas Internal GBKP yang sudah kita lakukan Tahun 2012 bukan berarti kita abaikan. Peningkatan Solidaritas Internal dan Eksternal adalah merupakan buah Pembinaan Peningkatan Teologia, Spiritualitas dan Mutu Ibadah yang sudah kita mulai sejak Tahun 2011. Pengertian Solidaritas adalah kelompok yang menjunjung kebersamaan seperti halnya kepentingan, tujuan dan simpati yang bersifat pribadi tunduk kepada kepentingan bersama.

      Untuk menyambut Tahun 2013 sebagai Tahun Solidaritas Eksternal GBKP, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan yaitu :

  1. Solidaritas Ekumene.

Merupakan manifestasi akan keesaaan gereja berdasarkan doa Tuhan Yesus, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau agar mereka juga di dalam Kita supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku (Yoh 17:21).

Kegiatan-kegiatan yang terkait adalah :

  1. Peningkatan peran Runggun dalam konteks PGIW/BKAG.
  2. Pertukaran Mimbar 2 kali setahun bulan Mei dan Oktober.
  3. Mengikuti kegiatan hari besar gerejawi.
  4. Terlibat dalam kepengurusan dan kepanitiaan ekumene.
  5. Menjadi tuan rumah kegiatan ekumene
  6. Membangun kerja sama antar gereja
  1. Solidaritas Pluralisme.

Peningkatan Solidaritas Pluralisme adalah meningkatnya kesadaran bahwa masalah sosial yang terjadi dilingkungan kita adalah maslah kita bersama, sehingga perlu dibangun kerjasama melalui dialog dengan pihak non Kristen untuk membicarakan dan mengatasi masalah bersama tersebut.

Kegiatan-kegiatan yang terkait adalah :

  1. Mengadakan dialog dengan kelompok non Kristen dibidang sosial secara intensive dan berkesinambungan
  2. Memberi bantuan kepada masyarakat non Kristen (bencana alam)
  3. Melibatkan pengurus RT/RW dalam kegiatan gereja.
  4. Melibatkan diri dalam kegiatan masyarakat lingkungan gereja.
  5. Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas gereja.
  6. Pengembalian kelestarian lingkungan hidup dan semangat kebangsaan.
  7. Menyampaikan ucapan selamat melalui spanduk dalam perayaan agama lain.
  1. Solidaritas dalam hubungan dengan Pemerintah / Masyarakat.

Solidaritas dalam hubungan dengan Pemerintah/masyarakat tidak lagi dalam pemikiran dukung mendukung pemerintah melainkan sebagai partner pemerintah membangun civil society, meningkatkan kesejahteraan rakyat serta penyada¬ran akan hak dan kewajiban kewarganegaraan.

Kegiatan-kegiatan yang terkait adalah :

  1. Membangun komunikasi dengan pemerintah.
  2. Meningkatkan kesadaran hukum melalui penyuluhan dan penyadaran hukum, advokasi dan konsultasi hukum.
  3. Membangun jaringan informasi dan kerjasama dengan instansi terkait (Network).
  4. Mempublikasikan di media (elektronik atau cetak) tentang keberpihakan terhadap moral dan etika masyarakat.
  5. Memotivasi pendirian dan pembentukan PAUD,TK, CU/Koperasi, CUM.
  6. Mengadakan forum persiapan kader anggota GBKP dalam eksekutif, legislatif dan LSM.
  1. Solidaritas dengan alam ciptaan (lingkungan hidup).

Adanya kesadaran bahwa manusia dan alam sebagai ciptaan Allah yang perlu hidup dalam keharmonisan. Kebaikan alam ciptaan akan menjadi kebaikan untuk kehidupan manusia.

Kegiatan-kegiatan yang terkait adalah :

  1. Meningkatnya kesadaran akan lingkungan hidup antara lain ceramah tentang lingkungan hidup.
  2. Melakukan aksi yang menunjukkan kepedulian akan lingkungan hidup antara lain membersihkan lingkungan sekitar gereja.
  3. Penanaman pohon di wilayah pelayanan runggun.
  4. Adanya tim relawan tanggul bencana dan penggalangan dana bencana.
 
Ke halaman ..............  : 3