BAB - V
RANCANGAN KURIKULUM PEMBINAAN
PERTUA – DIAKEN DI GBKP

Pada tahun 2012 Libang GBKP telah mengadakan FGD mengenai rekruitmen pertua / diakan di 3 wilayah dari hasil dari FGD tersebut muncul usulan untuk mengadkan pembinaan bagi Pertua - Diaken dengan lebih berkarakter dan berkesinambungan. Untuk itu Moderamen GBKP merekomendasikan Libang GBKP untuk menindaklanjuti hasil FGD tersebut dengan membuat rancangan pembinaan pertua –diaken untuk didiskusikan bersama melalui FGD di 3 wilayah jajaran pelayanan GBKP dan diharapkan melalui FGD ini kita mendapatkan topik yang tepat dan dibutuhkan untuk dikembangkan.

Perlu kita pegang bahwa GBKP telah mengeluarkan beberapa bentuk/modul pembelajaran untuk pembekalan Pertua- Diaken yang dirangkum dalam beberapa edisi terbitan Setialah. Analisa kami bahwa Modul- modul tersebut berkembang dari proide ke priode untuk itu dalam bahan pembelajaran yang kami rancang . Dan disamping itu Tata Gereja sebagai bahan acuan untuk dikembangkan atau dituangkan ke dalam modul pembelajaran ini.

Perencanaan kurikulumini merupakan pengembangan tujuan yangterdaapat pada Tata Gereja GBKP tentang tugas pertua-diaken. kurikulum sebagai bahan pokok ,yang menjadi pegangan dan juga pilihan dalam pengajaran menuju hasil yang diharapkan.

Ada beberapa pokok yang perlu diperhatikan berkaitan dengan penyusunan kurikulum kristen :

  • Hendaknya kurikulum membimbing pengalaman-pengalaman untuk mencapai tujuan pembinaan pertua-diaken. Ini tidak termasuk segala situasi social(aksi dan interaksi) dari seseorang tapi lebih kepada kesadaran aspek perencanaan ( Devision of Christian Education, 1955)
  • Perlu diperhatikan dalam perancanaan agar iman Kristen dan kehidupan Kristen dapat terwujud, saling menerima dan hidup ( Wyckoff, 1961)
  • Isi yang tepat bagi pertua- diaken ( Hoebner, 1982)
  • Perencanaan dan bimbingan belajar yang berasal dari pengalaman pertua- diaken ( Dewey, 1944)
  • Melibatkan pengalaman yang sebenarnya yang berasal pertua – diaken itu sendiri sehingga isi yang dirancang cocok dengan kebutuhannnya dan pengalaman mereka yang sesungguhnya (Miel, 1946 ,Pazmino, 1997)
  • Umumnya kurikulum berisikan materi dan pengalaman untuk dipelajari. Khususnya kurikulum adalah pelajaran yang tertulis untuk dipergunakan dalam pengajaran pendidikan Kristen (Cully, 1983)
  • Kumpulan dari aktivitas belajar oleh pembina untuk melakukan perubahan prilaku (LeBar, 1981)

Ada 3 hal yang pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kurikulum ini yakni: pengalaman pertua-diaken, iman dan kehidupan Kristen serta perubahan prilaku.

Menurut Rousas John Rushdoony ; kurikulum akan menjadi kurikulum yang relevan bila disesuaikan dengan dua factor yaitu kenyataan didunia dan dunia yang berubah. Relevan yang dimaksud lebih daripada pokok-pokok bahasan yang tertulis, yaitu peranan iman yang dapat menyambungkan , membangun, menyatukan dan menumbuhkan sehingga dapat membawa sesuatu kepada hal yang berarti dan sangat berguna dalam sebuah persahabatan. Jadi dalam penyususnan kurikulum ini hendaknya diwarnai / atau diikat oleh pengalaman iman para pertua-diaken dalam rangka membentuk integritas dan mengembangkan kompentensi yang ada pada mereka dalam kumunitas iman (persekutuan yang Kudus/Tubuh Kristus) yang membutuhkan pelayan yang dewasa dalam moral dan spiritual, rendah hati serta membuktikan disiplin diri sebagai murid Kritus dan juga memahami agenda Allah bagi GerejaNya dalam pelayanannya sebagai hamba Tuhan.

Banyak model yang kita dapat pelajari namun dalam Pendidikan Kristen ada muatan yang harus diperahatikan yakni pengalaman Iman, displin dan juga pengembangan kompentensi untuk itu kami memilih model dibawah ini dalam pembinaan pertua diaken

NAMA KEGIATAN : Pembinaan Pertua -Diaken
DISKRIPSI :

Dalam pembinaan ini pertua/ diaken yang terpilih di bekali dengan pengetahuan Alkitab, Gereja, tipologi kepemimpinan , memahami konsep kepemimpinan yang menghamba, karakter-kharisma dan kompetensi serta menanamkan disiplin diri sebagai murid Kristus agar dapat memahami rencana Tuhan bagi dirinya ditengah zaman yang berubah ini. Untuk mencapai hal tersebut kurikulum akan dilaksanakan secara berkesinambungan melalui 4 tahap.

TOPIK PEMBINAAN
 Tahap Pertama Pelayan yang baru ditangkuhken: Tahap Kedua Tahap Ketiga Tahap Keempat
       
>  Engkau berharga  dimataku 1.  Alkitab 1.  Oikumene 1.   Lanjutan 3K
>  Keyakinan akan penggilan. 2.  Karakter-kharisma  dan kompetensi 2.  Lanjutan 3K 2.   Okultisme
>  Fungsi ditengah  masyarakat,  3.  GBKP : sejarah, konfensi 3.  Gereja  dan masyarakat, 3.  Homiletika
    keluarga  dan gereja.      (tata gereja, GBP GBKP)       komunikasi dan etika 4.  Lintas gereja
  4.  Administrasi gereja    
      (Sidang, keuangan, perencanaan)    
  5.  Kepemimpinan yang menghamba    
       

LOGIKA PELATIHAN :
  • Training lead assesment, apa yang seharusnya, apa yang terjadi.
  • Komponen apa yang harus kita lihat memilki kompetensi dalam dirinya: knowledge, skill, attitude (motivasi).
  • Kendala apa yang membuat mereka tidak maksimal
  • Apa yang diberikan yang sifatnya terukur
  • Akhirnya ada training need
  • Sistim pembinaan: spesifikasiken, ada kekhusussan dalam dirinya yang dapat ditunjukkan dalam jemaat, pemberdayaan – dapat menjadikan jemaat menjadi motivator(patos-simpatos- man iayah-iayehen, empatos), 60%
  • Semi lokakarya

Alkitab:

  • Mengenal Alkitab: Teknik mengenal Alkitab: LCD, atau alat peraga
  • Fungsi Alkitab
  • Alkitab sebagai peraturan hidup.
  • Hidup yang Injili
  • Tugas pertua - diaken
  • Tahap 1 pengenalam tugas
  • Pelaku