LAMPIRAN - 2
PEDOMAN PEMBENTUKAN
UNIT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PADA PWG KLASIS

A. LATAR BELAKANG

Tahun 2014 adalah tahun peningkatan SDM pada GBKP, oleh karena itu akan disusun program pengembangan sumber daya manusia. Dari arahan GBKP maka yang akan ditingkatkan sumberdaya manusianya bukan hanya para presbiter tetapi juga adalah SDM manusia GBKP secara keseluruhan dalam menghadapi dunia yang semakin menghibrid. Untuk pendidikan dan peltihan dari pada para presbiter, maka PPWG dapat menyusun suatu program pendidikna dan pelatihan yang wajib, tetapi untuk sumberdaya manusia lainnya maka penyusunan program itu tidak mudah dilakukan.

Demikian luasnya variasi daripada kondisi sumberdaya manusia GBKP, mulai dari hanya berpendidikan SD sampai kepada tingkat Doktoral. Disamping variasi dalam tingkat pendidikan juga didapat variasi dari lapangan pekerjaanmulai dari bidang pemerintahan, pendidikan, perdagangan dan wiraswasta, sampai kepada para petani atau pun yang bergerak dalam sektor informal. Dengan demikian dapat dipahami bahwa sehingga tidak akan mudah untuk membuatkan program dan pelatihan secara terpusat.

Program peningkatan sumberdaya manusia disusun harus berdasarkan suatu analisa kebutuhan, yaitu berdasarkan kondisi sumberdaya manusia yang ada pada suatu saat dan tempat, dan selanjutnya untuk mecapai suatu tujuan yang direncanakan. Penetapan tujuan ini harius berdasarkan analisa lingkungan strategis dan analisa SWOT.

Misalkan suatu daerah petanian, dijumpai bahwa produksinya relatif rendah dan ingin ditingkatkan kepada suatu tingkat produktivitas tertentu,maka harus dianalisa dulu apa penyebab dari pada rendahnya produktiviats itu. Kalau faktor penyebab adalah rendahnya kemampuan sumberdaya manusia maka sudah jelas diperlukan suatu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dan analisanya akan jauh lebih mudah dan akurat kalau dilakukan secara lokal ataupun wilayah klasis oleh suatu unit pendidikan dan pelatihan dalam ruang lingkup PWG Klasis.

B. METODE PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

  1. Sistem Magang. Sistem ini merupakan sistem yang paling tua di dunia. Sistem magang mempunyai prinsip umumya itu belajar sambil bekerja dan sebaliknya.
  2. Sistem Peragaan. Untuk ketrampilan tertentu sering kali dalam pendidikan dan latihan menggunakan peragaan, dengan alat-alat tertentu serta didemontrasikan cara pengerjaannya.
  3. Sistem Bimbingan. Dengan sistem ini pelajaran langsung diberikan satu-per satu sehingga para pegawai akan lebih cepat memahami pelajaran yang diberikan.
  4. Sistem Latihan Praktek. Dalam sistem ini seseorang lebih ditekankan untuk melaksanakan latihan praktek seperti sesungguhnya agar mereka dapat langsung bekerja.

C. TUGAS FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI UNIT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
     PWG KLASIS

TUGAS :

Membantu PWG Klasis melaksanakan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia pada wilayah klasis yang terkait.

FUNGSI :

  1. Menyusun rencana pendidikan ,pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia pada wilayah klasis, termasuk untuk para presbiter ,pengurus Pa Katgorial ,maupun para jemaat. Untuk para presbiter termasuk yang disusun oleh PPWG, maupun yang diperlukan oleh wilayah klasis berdasarkan analisa kebutuhan.
  2. Menyusun kualifikasi dan menyediakan tenaga pengajar untuk pendidikan dan pelatihan dan pengembangan untuk pada pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, baik dari sumber daya GBKP maupun luar GBKP.
  3. Melaksanakan program pendidikan pelatihan dan pengembangan sesuai dengan rencana yang telah disusun
  4. Menjadi pusat informasi pembinaan sumberdaya manusia, termasuk informasi tentang ketersediaan lapangan pekerjaan, kondisi pemasaran dari pada hasil produk jemaat GBKP.

Unit pendidikan dan pelatihan ini terdiri dari 2 sub unit dan satu sekretariat :

  1. Sekretariat
  2. Sub unit perencanaan program
  3. 3. Sub unit pelaksanaan kegiatan

SEKRETARIAT
Tugas :
Membantu pimpinan unit pendidikan dan pelatihan untuk merencankan program pendidikan dan pelatihan

Fungsi :

  1. Menyiapkan dukungan administrasi seperti surat-menyurat, sertifikat untuk kelancaran pelaksaan kegiatan dari unit diklat ini.
  2. Melakukan evaluasi pelaksanaan
  3. Menghimpun informasi tentang ketersediaan lapangan pekerjaan, atau kondisi pemasaran dari hasil produkjemaat GBKP.

SUB UNIT PENYUSUNAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Tugas :
Membantu pimpinan unit pendidikan dan pelatihan untuk merencankan program pendidikan dan pelatihan

Fungsi :

  1. Menghimpun pendidikan dan pelatihan wajib dari pertua diaken yang disusun oleh PPWG
  2. Menyusun program pendidikan dan pelatihan pilihan untuk para presbiter sesuai dengan kebutuhan dari wilayah klasis
  3. Menghimpun program pendidikan dan latihan wajib bagi para PA kategorial yang disusun oleh PPWG
  4. Menyusun program pendidikan dan latihan pilihan bagai para pengurus pa kategorial
  5. Menyusun pendidikan dan latihan bagi para jemaat termasuk dalam rangka meningkatkan ekonomi dan sosial para jemaat sesuai dengan analisa kebutuhan dari para jemaat.
  6. Mempersiapkan Tenaga pengajar yang sesuai untuk bahan pendidikan dan pelatihannya

SUB-UNIT PELAKSANAAN KEGIATAN

  1. Mempersiapkan jadwal pelaksanaan
  2. Mempersiapkan ruang untuk pelaksanaan pendidikan , pelatihan dan pengembangan maksimum 50 satu kelas
  3. Mempersiapkan dukungan peralata seperti: infokus, danlayar, sound system

KLASIS YANG MUNGKIN DAPAT MEMBENTUK UNIT DIKLAT

  1. Pada wilayah tersebut terdapat widyaiswara aktif maupun yang sudah pensiun yang bersedia menjadi pimpinan unit Diklat, misalnya Medan dan sekitarnya, Jakarta sekitarnya, Bandung sekitarnya atau wilayah Klasis yang telah memiliki seorang figure yang mengertiakan proses pendidikan dan pelatihan
  2. Klasis yang telah memiliki atau dapat menyediakan peralatan yang diperlukan,
  3. Terdapat kerinduan dari BP klasis untuk mengadakan unit ini.
  4. Mampu menyediakan dana pelaksanaan kegaitan

Bagi Klasis yang belum dapat membentuk unit ini tidak berarti tidak melakukan pendidikan dan pelatihan, tetapi mengadakan kerja sama dengan Klasis yang telah memiliki unit Diklat.Kerja sama ini dapat dilaksnakan dengan cara :

  1. Klasis yang tidak mempunyai Unit Diklatnya mengirim peserta kepada Klasis yang telah mempunyai unit Diklat nya
  2. Atau Klasis yang telah memiliki unit Diklat membantu dengan cara mengirim tenaga pengelola dan pengajar kepada Klasis yang tidak mempunyai Unit Diklat
  3. Biaya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dikomunikasikan bersama ,dan pada prinsipnya adalah tanggungan dari Klasis yang tidak memiliki Unit Diklat