KESIMPULAN DAN SARAN
PENELITIAN TINGKAT KEPUASAN JEMAAT TERHADAP KINERJA
PELAYANAN GBKP MAJELIS JAKARTA PUSAT
TAHUN 2011


  1. Jumlah jemaat yang pernah mengikuti kebaktian di gereja lain (di luar GBKP) mencapai 69,70%, dan 10,90% diantaranya melakukannyadengan frekwensi sering. Adapun alasan mengapa mereka melakukan kebaktian di gereja lain adalah sekitar 51,70% untuk pencerahan dan menambahwawasan; sekitar 18,90% karena jadwal tidak sesuai; sekitar 0,80% untuk mencari kepuasan; dan sisanya sekitar 28,80% dengan alasan lainnya. Fenomena ini harus menjadi perhatian bagi Majelis untuk segera melakukan studi banding ke gereja-gereja yang menjadi tujuan mereka.

  2. Sikap dan pandangan jemaat terhadap Buku Warta Jemaat yang dibagikan setiap minggu cukup menggembirakan. Ternyata sekitar 66,10% dari mereka selalu membawa Buku Warta Jemaat pulang ke rumah; sedangkan sekitar 29,10% hanya kadang-kadang membawanya pulang; dan sisanya sekitar 4,80% sama sekali tidak pernah membawanya pulang.

  3. Sikap dan pandangan jemaat tentang pembacaan isi Buku Warta Jemaat, sekitar 71,50% menginginkan agar tidak perlu dibaca semua, tapi cukup poin-poin penting saja; sekitar 18,80% menginginkan agar semuanya dibaca; dan sekitar 9,70% malah menginginkan tidak perlu dibaca sama sekali.

  4. Sikap dan pandangan jemaat terhadap “tindak lanjut Majelis atas keluhan mereka” tampaknya masih belum memuaskan. Sekitar 71,50% memberi penilaian bahwa keluhan mereka masih belum ditindaklanjuti semua; sekitar 9,70% menyatakan bahwa keluhan mereka tidak pernah ditindaklanjuti sama sekali; dan sekitar 18,80%menyatakan bahwa semua keluhan mereka telah ditindaklanjuti secara tuntas.

  5. Sikap dan pandangan jemaat terhadap pelaksanaan “Sidang Ngawan”. Sekitar 59,00% menginginkan pelaksanaan “Sidang Ngawan” dilakukan di tingkat Majelis dan diikuti oleh seluruh anggota sidi; sekitar 29,50% menginginkan agar dilakukan di tingkat Majelis dan pesertanya diikuti oleh perwakilan dari PJJ Sektor; dan sisanya sekitar 11,50% menginginkan agar pelaksanaan “Sidang Ngawan” cukup di tingkat PJJ Sektor saja. 

  6. Sikap dan perhatian jemaat terhadap program kerja Majelis Jakarta Pusat cukup menggembirakan. Sekitar 75% jemaat menyatakan siap memberi dukungan dan perhatian terhadap semua program Majelis. ; sekitar 22,00% menyatakan hanya mendukung dan memberi perhatian terhadap program tertentu (tergantung programnya); dan hanya sekitar 3,00% anggota sidi yang menyatakan tidak bersedia sama sekali mendukung program majelis. Informasi ini cukup bermanfaat bagi Majelis dalam menyusun program-program yang akan datang.

  7. Sikap dan tanggapan jemaat terhadap konten dan kualitas Buku Laporan Tahunan yang disampaikan pada setiap “Sidang Ngawan” sangat menggembirakan. Sekitar 93,90% dari merekamenyatakan bahwa konten Buku Laporan Tahunan cukup lengkap dan bermanfaat; dan hanya sekitar 6,10% menyatakan tidak lengkap dan tidak bermanfaat. Informasi ini sangat bermanfaat bagi Majelis dalam penyusunan laporan tahunan berikutnya.

  8. Berdasarkan hasil penghitungan Customer Satisfaction Index (CSI) diperoleh indeks kepuasan jemaat secara keseluruhan, yaitu CSI sebesar 73,67. Angka tersebut mengindikasikan bahwa 73,67% dari seluruh kinerja pelayanan GBKP Majelis Jakarta Pusat sudah dirasakan puas oleh jemaat.

  9. Sebagaimana hasil perhitungan indeks CSI di atas serta Analisis Skor Kesenjangan (ASK) dan Importance Performance Analysis (IPA), bahwa secara umum jemaat merasa puas terhadap kinerja pelayanan GBKP Majelis Jakarta Pusat. Beberapa atribut pelayanan yang dirasakan sangat puas oleh jemaat dan perlu dipertahankan, yaitu: sarana dan prasarana gedung, Pembagian buku renungan harian; Aksi majelis cepat tanggap dalam pelayanan kedukaan dan musibah; Pendeta menyediakan waktu konseling; Majelis selalu memberi pelayanan bagi anak sekolah yang menghadapi ujian akhir nasional. Jadwal kebaktian minggu dilaksanakan tepat waktu; Pendeta yang melayani kebaktian minggu diseleksi dan dijadwalkan secara teratur; Moria dan Mamre serta Permata  menjalankan program dan jadwal PA secara teratur; KAKR menjalankan program secara teratur; Majelis melakukan sermon setiap minggu; Pelaksanaan PJJ Sektor selalu dibimbing Pendeta berjalan rutin setiap minggu; Memiliki pendeta yang berwawasan luas dan memiliki kompetensi theologia yang baik; Guru KAKR yang berpengalaman dan memiliki kompetensi yang memadai; GBKP Jakarta Pusat memiliki reputasi yang baik dikalangan gereja GBKP yang lain; Secara teratur memperkenalkan setiap anggota baru kepada jemaat; Diakonia memberi pelayanan terhadap anggota jemaat yang mengalami kedukaan dan sakit; Majelis secara teratur melakukan penyambutan terhadap anggota jemaat di pintu depan gereja; Majelis secara teratur mengucapkan selamat kepada jemaat yang berulang tahun kelahiran dan berulang tahun perkawinan.

  10. Melalui Analisis Importence Performance Matrix (IPM) diperoleh informasi yang jelas mengenai tingkat kepuasan jemaat terhadap kinerja pelayanan GBKP Majelis Jakarta Pusat pada masing-masing dimensi pelayanan. Secara umum, kinerja pelayanan yangdilaksanakan GBKP Majelis Jakarta Pusat sudah dirasakan baik dan memuaskan oleh jemaat. Akan tetapi, terdapat beberapa atribut pelayanan yang dirasakan masih kurang dan perlu ditingkatkan, yaitu:

  1. Pada dimensi Tangible (Bukti Fisik), penilaian kurang puas dari jemaat berkaitan dengan: Ruang konsistori yang memadai, tertata rapi dan bersih; Ruang sekretariat kantor yang memadai; Fasilitas Website dan Email yang baik dengan informasi yang up to date; Warta jemaat yang baik dan tidak ada salah ketik; Media komunikasi berupa bulletin yang baik;

  2. Memiliki ruang serba guna yang memadai; Memiliki kantin yang memadai; Toilet umum yang memadai, bersih, dan nyaman; Ruang perpustakaan yang memadai dan buku-buku kerohanian yang baik untuk jemaat; Fasilitas alat peraga dan buku-buku yang baik dalam proses belajar-mengajar KAKR; Lingkungan gereja yang tertata rapi dan asri; Area parkir yang memadai untuk menampung kenderaan jemaat; Petugas parkir gereja yang memadai dan handal

  3. Pada dimensi Responsiveness (Daya Tanggap), penilaian kurang puas dari jemaat berkaitan dengan: Majelis selalu bersedia dan tanggap dalam membantu dan memberi pelayanan setiap permasalahan yang dihadapi jemaat; Majelis agar selalu tanggap atas saran dan kritik jemaat; danMajelis agar memberi pelayanan administrasi dengan cepat dan tidak berbelit-belit kepada jemaat.

  4. Pada dimensi Reability (Keandalan), penilaian kurang puas dari jemaat berkaitan dengan: Pemahaman anggota jemaat tentang persembahan persepuluhan sesuai prinsip Alkitab; Pemahaman anggota jemaat tentang Persembahan Pengataken Bujur (PPB) sesuai prinsip Alkitab; Pemahaman anggota jemaat tentang kolekte sesuai prinsip Alkitab; Perawatan dan pencatatan barang-barang inventaris secara tertib dan teratur;

  5. Pada dimensi Assurance (Jaminan), penilaian kurang puas dari jemaat berkaitan dengan: Penetua/Diaken yang terpanggil untuk melayani dan menjadi panutan jemaat; Penetua Emeritus/Diaken Emeritus yang menjadi panutan jemaat; Pengurus Kategorial yang terpanggil dan memiliki kemampuan untuk melayani; Pengurus PJJ Sektor yang terpanggil dan memiliki kemampuan untuk melayani; Majelis melakukan pengembalaan dan perkunjungan secara teratur ke anggota jemaat.

S A R A N 

Dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas beberapa saran yang perlu dikemukan bagi GBKP Majelis Jakarta Pusat dan bagi Penelitian selanjutnya, sebagai berikut:

  1. Saran untuk Majelis:

Pihak majelis gereja perlu senantiasa memberikan pelayanan yang berkualitas kepada jemaat. Oleh karena itu, perlu dilakukan prioritas peningkatan pelayanan pada atribut yang dirasa penting oleh jemaat, tapi dalam pelaksanaannya dirasakan kurang memuaskan atau mempunyai tingkat kesesuaian yang rendah. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Tingkatkan ruang konsistori yang memadai, tertata rapi dan bersih.
  2. Tingkatkan ruang sekretariat kantor GBKP Majelis Jakarta Pusat yang memadai.
  3. Tingkatkan isi Website GBKP Majelis Jakarta Pusat secara berkesinambungan dengan data yang up to date.
  4. Isi buku Warta Jemaat agar diteliti sebelum digandakan, sehingga tidak ada salah ketik;
  5. Media komunikasi berupa Buletin, agar dikelola secara professional.
  6. Sudah saatnya dipikirkan pengadaan ruang serbaguna yang memadai untuk keperluan jemaat.
  7. Jemaat membutuhkan kantin yang memadai dan bersih.
  8. Tingkatkan perhatian terhadap toilet umum, sehingga tertata secara memadai, bersih, dan nyaman.
  9. Sudah saatnya dipikirkan ruang perpustakaan yang memadai, yang dilengkapi dengan buku-buku kerohanian yang baik bagi jemaat.
  10. Tingkatkan fasilitas alat peraga dan buku-buku yang baik untuk proses belajar-mengajar bagi KAKR dan Guru Sekolah Minngu.
  11. Tingkatkan perhatian lingkungan gereja, sehingga tertata rapi, bersih, dan asri.
  12. Pengaturan area parkir secara optimal, sehingga mampu menampung kenderaan jemaat.
  13. Peningkatan skill dan etika petugas parkir (perlu pelatihan), perlu kostum khusus, dan tanda pengenal.
  14. Peningkatan skill dan etika petugas parkir (perlu pelatihan), perlu kostum khusus, dan tanda pengenal.
  15. Tingkatkan pelayanan administrasi kepada jemaat dengan cepat dan tidak berbelit-belit.
  16. Tingkatkan pemahaman jemaat tentang persembahan persepuluhan, PPB, dan kolekte sesui prinsip-prinsip Alkitab, melalui hotbah dan buku bimbingan.
  17. Tingkatkan perawatan dan pencatatan barang-barang inventaris gereja secara tertib dan teratur.
  18. Tingkatkan soft skillPenetua dan Diaken, sehingga merasa terpanggil untuk melayani Tuhan dan menjadi panutan jemaat.
  19. Tingkatkan soft skillPenetua Emeritus dan Diaken Emeritus sehingga mampu menjadi panutan jemaat.
  20. Tingkatkan frekwensi pengembalaan dan perkunjungan Majelis secara teratur dan berkesinambungan ke anggota jemaat.
  21. Tingkatkan soft skillPengurus Kategorial, sehingga merasa terpanggil dan memiliki kemampuan untuk melayani.
  22. Tingkatkan soft skillPengurus PJJ Sektor, sehingga merasa terpanggil dan memiliki kemampuan untuk melayani.
  23. Tingkatkan perhatian majelis dan mencari solusi terhadap masalah/keluhan jemaat.
  24. Tingkatkan skill Guru KAKR agar mampu memahami minat dan kebutuhan pelayanan bagi anak-anak Sekolah Minggu.
  25. Agar menjadi perhatian Penetua dan Diaken untuk menyapa jemaatnya dengan ramah dan penuh perhatian.
  26. Majelis diharapkan agar memperhatikan kemajuan spiritual anggota jemat secara berkesinambungan.
  1. Bagi Penelitian Selanjutnya
  • Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih mendalam untuk melakukan perbandingan pada gereja-gereja lain, sehingga diperoleh gambaran yang lebih luas mengenai tingkat kepuasan jemaat terhadap pelayanan yang diberikan majelis gereja.
  • Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, untuk menjawab fenomena mengapa ratio tingkat kehadiran (RTK) anggota sidi pada kebaktian minggu masih rendah
  • Perlu dilakukan penelitian tentang topik/konten buku-buku bimbingan PJJ, PA yang diharapkan anggota sidi dan anggota kategorial, termasuk diakonia Lansia